Sinopsis Film Rumah Masa Depan, Tayang di Bioskop 3 Desember

Film – Film Rumah Masa Depan akan menjadi tontonan yang sangat menarik bagi seluruh keluarga. Ada unsur komedi dan tentunya pesan moral yang sangat cocok untuk keluarga Indonesia. Simak sinopsis Rumah Masa Depan yang sedang tayang di Bioskop!

Sinopsis Film Rumah Masa Depan

film rumah masa depan

Rumah Masa Depan berkisah tentang sebuah keluarga kecil di Jakarta, Sukri dan Surti, serta kedua anaknya Bayu dan Gerhana. Suatu hari, ayah Sukri meninggal dunia dan keluarganya harus pergi ke kampung halaman Shukri untuk mengatur pemakaman.

Di sana, Surti di perlakukan dengan dingin oleh ibu mertuanya, yang mengira dialah yang akan bertanggung jawab atas warisannya.

Konflik semakin parah karena jelas bahwa mereka tidak dapat kembali ke Jakarta. Sang Nenek terlibat kasus kriminal dan ingin tetap di penjara meskipun masalah tersebut sudah terselesaikan.

Penuh dengan adegan emosional antar anggota keluarga.

Pemeran Film Rumah Masa Depan

Banyak aktor terkenal berpartisipasi dalam film rumah masa depan. Inilah lima di antaranya.

1. Fedi Nuril

fedi nuril - rumah masa depan

Memerankan tokoh Sukri, seorang suami dan ayah dari dua orang anak yang berasal dari kota kecil dan kini tinggal di ibu kota bersama keluarga kecilnya. Sukri berusaha untuk meningkatkan hubungan antara ibu dan istrinya karena keduanya sangat penting dalam hidupnya.

Akankah Syukri mampu mendamaikan keduanya? Khusus untuk film Rumah Masa Depan, Fedi mengaku banyak berbincang dengan sutradara Danial Rifki. Fedi berbicara tentang seberapa banyak kesamaan film tersebut dengan serial tahun 80-an dan, tentu saja, dengan karakternya, Shukri.

2. Laura Basuki

pesona cantik laura basuki

Laura Basuki berperan sebagai Surti, istri Sukri dan ibu dari kedua anaknya Bayu dan Gerhana. Di serial tersebut, istri Shukri lebih di kenal dengan nama Nyonya Shukri, namun di film ia lebih di kenal dengan namanya sendiri.

Surti sadar bahwa ibu mertuanya sudah lama tidak menyukainya, namun dia tidak tahu bahwa hal itu justru menimbulkan konflik seperti itu. Surti berusaha keras untuk mendapatkan lebih banyak penerimaan dari ibu mertuanya, namun sebenarnya di tuduh ingin mengelola harta warisan mendiang ayah mertuanya.

Selain itu, Surti, gadis kota, terpaksa harus beradaptasi dengan kehidupan di desa yang jelas sangat berbeda dengan kesehariannya. Belum lagi, ada konflik dengan perempuan di rumah ibu mertuaku. Surti, seorang chef ternama di Jakarta, berusaha merebut hati ibu-ibu di Cibeureum dengan keahlian memasaknya.

3. Widiyawati

widyawati - rumah masa depan

Berperan sebagai Kokom, ibu Sukri, ibu mertua Surti dan tentunya nenek Gerhana. Kokom sangat menyayangi Sukri dan cucunya serta baik kepada cucunya, namun sikapnya terhadap Surti sangat berbeda.

Entah kenapa, Bu Kokom sangat curiga menantu perempuannya berusaha mengurus harta warisan suaminya yang baru saja meninggal. Menariknya, Widyawati berperan sebagai ibu mertua yang terbilang menyebalkan dalam film Rumah Masa Depan.

Banyak yang tidak menyangka Widyawati akan memerankan tokoh Kokom karena biasanya ia berperan sebagai protagonis yang baik. Oleh karena itu, banyak orang yang menantikan perannya.

4. Ciara Brosnan

Ciara Brosnan berperan sebagai putra kedua Sukri dan Surti, Gerhana terpaksa bertahan di Cibeureum karena ternyata neneknya terlibat kasus pidana dan tidak mau di bebaskan dari penjara.

Untung saja kakak laki-lakinya, Bayu, ada di sana dan selalu bersamanya. Selain itu, Bayu dan Gerhana bertemu teman baru seperti Sangaji dan Chempaka. Karakter Gerhana dan Bayu masih kecil-kecil dan sangat berbeda dengan serialnya.

Selain itu, di cerita aslinya Gerhana merupakan seorang cucu, namun di film Gerhana selalu menjadi cucu yang cerdas dan menggemaskan.

5. Cok Simbara

cok simbara

Berperan sebagai ayah, ayah Kokom, dan dia menjadi kakek buyut Bayu dan Gerhana. Sutradara Danial Rifki belum menjelaskan apa saja peran sang kakek dalam keseluruhan cerita, namun satu hal yang pasti: kehadiran cok Simbara di film ini wajib di saksikan oleh para aktor berpengalaman yang patut di nantikan.

Lahir pada tahun 1953 di Panyabungan, Sumatera Utara, aktor ini telah berperan dalam berbagai film keluarga dari tahun 80-an hingga saat ini. Beberapa di antaranya adalah Ratapan Anak Tiri II, Arie Hanggara, Lamaran, Mama Mama Jagoan, dll.

Fakta Menarik Film Rumah Masa Depan

Tentu saja banyak hal menarik dari film keluarga ini. Berikut tiga fakta menarik yang perlu Anda ketahui tentang film Rumah Masa Depan.

1. Adaptasi dari Serial Populer Tahun 80-an

Rumah Masa Depan merupakan serial yang tayang di TVRI pada tahun 80an. Serial karya seniman sekaligus budayawan Betawi Ali Shahab ini memang selalu di nantikan pada masanya. Latar belakangnya adalah desa Cibeureum di Cianjur, tempat tinggal tiga generasi keluarga yang tenteram dan damai.

Tokoh Kakek dalam serial ini adalah Hamid Arif dan Nenek diperankan oleh Wolly Sutinah atau dikenal dengan nama panggung Mack Wok. Lalu ada Pak Sukri yang diperankan oleh Dedi Sutomo dan Nyonya Sukri yang diperankan oleh Amina Cendrakashi. Generasi ketiga adalah Bayu yang di perankan oleh Septian Dwicahyo dan Gerhana yang di perankan oleh Andi Ansi.

2. Jalan Ceritanya Berbeda dengan Serialnya

Secara keseluruhan, latar belakang film Rumah Masa Depan di dasarkan pada serial Ali Shahab, namun alur ceritanya sangat berbeda. Latar belakang dan zamannya masih sama seperti Cibeureum dan tahun 1980-an, namun konflik yang terjadi semakin kompleks, seperti warisan dan keterlibatan nenek dalam kasus pidana.

3. Film yang Bisa Ditonton Semua Anggota Keluarga

Jika dulu Anda sering menonton serial Rumah Masa Depan, mungkin kini Anda sudah memiliki anak dan cucu. Film ini mampu membangkitkan nostalgia manis, karena sejarah melodrama meninggalkan kenangan indah serta berbagai konflik yang terkadang lucu sekaligus menyebalkan.

Hal ini membuat film ini menjadi tontonan seluruh keluarga. Terjadi konflik antara keluarga modern asal ibu kota dengan dua anak kecil yang untuk sementara tinggal di kota kecil dan harus beradaptasi dengan lingkungan.

Tentu saja konflik yang muncul antara ibu mertua dan menantu perempuan di sebabkan oleh kesalahpahaman yang menyangkut keseharian banyak penonton.

Jika ingin takdir baik, jangan berhenti berbuat baik

Anda Mungkin Juga Suka