7 Fakta Menarik Tahun Baru Imlek, yang Harus Anda Ketahui

Pengetahuan – Indonesia adalah negeri Bhineka Tungal Ika, sehingga setiap kali agama dan budaya lain merayakan Hari Raya atau hari raya besar, biasanya masyarakat Indonesia merayakannya.

Ngomong-ngomong, banyak orang keturunan Tionghoa di Indonesia. Oleh karena itu, Tahun Baru Imlek di rayakan di sini.  Ingin tahu beberapa fakta menarik tentang Tahun Baru Imlek?

Pertama, mari kita jelaskan secara singkat tentang Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek memiliki sejarah yang panjang dan di perkirakan di rayakan sejak abad ke-5 Masehi, meski sebenarnya belum ada tanggal pastinya.

Namun asal usulnya di yakini berasal dari Dinasti Shang (1600-1046 SM). Sejak itu, ritual di adakan untuk menghormati para dewa yang membantu mereka.

1. Imlek Merupakan Festival Bagi 1/4 Populasi Dunia

Saat ini terdapat kurang lebih 2 miliar orang di dunia yang merayakan datangnya Tahun Baru Imlek dengan cara yang berbeda-beda setiap tahunnya. Dengan memperingati Imlek saja masih di anggap sebagai perayaan.

Negara-negara berikut merayakan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur umum:

  • China
  • Indonesia
  • Filipina
  • Vietnam
  • Korea Selatan
  • Malaysia
  • Korea Selatan
  • Singapura
  • Brunei.

Meskipun bukan hari libur nasional, hari ini di rayakan di banyak negara lain. Banyak kota di negara-negara Barat juga merayakan Tahun Baru Imlek. Ini termasuk New York di AS, Vancouver di Kanada, dan Sydney di Australia.

Hal ini sebenarnya tidak mengherankan mengingat masyarakat Tionghoa sudah berpindah dari zaman nenek moyang hingga saat ini. Oleh karena itu, orang-orang keturunan Tionghoa tersebar ke berbagai negara di dunia. Mereka merayakan tradisi Tionghoa di rumah baru mereka. Jika populasinya cukup besar, perayaannya akan lebih besar dari biasanya.

2. Tahun Baru Imlek juga Dinamakan Festival Musim Semi

Indonesia saat ini masih memasuki musim hujan dan dingin di beberapa kota. Hal serupa juga terjadi di beberapa negara Barat lainnya, Jepang, Korea Selatan, dan tentu saja Tiongkok. Atau dalam bahasa Cina disebut “chhunjié/chwnn-jyeah” yang berarti “awal musim semi”.

Hal ini karena Tahun Baru Imlek di rayakan setiap tahun pada tanggal 4 hingga 18 Februari, awal musim semi. Faktanya, cuaca di berbagai negara masih sangat dingin. Namun, awal musim semi ini menandai berakhirnya periode musim dingin. Kemudian udara perlahan mulai menghangat sesuai tradisi Tiongkok kuno.

3. Kebiasaan Membersihkan Rumah

Masyarakat Tionghoa membersihkan seluruh rumahnya sebelum merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek awalnya di rayakan dengan mendiang leluhur dan dewa, sehingga rumah harus bersih untuk menerima berkah.

Faktanya, adat istiadat ini mirip dengan banyak tradisi budaya dan agama lainnya. Namun dalam tradisi Tionghoa, membersihkan rumah menjelang Tahun Baru Imlek memiliki arti berbeda.

Membersihkan rumah berarti membuang segala sesuatu yang buruk dan tidak di inginkan di tahun baru. Oleh karena itu, orang yang masuk ke dalam rumah dan menjenguk keluarga di harapkan hanya menemukan hal-hal yang baik saja.

4. Perayaan Imlek Berlangsung Selama 15 Hari

Tahun Baru Imlek hanya berlangsung satu hari di Indonesia. Beberapa orang Tionghoa merayakannya selama 15 hari penuh. Selain itu juga akan di gelar selama 15 hari di berbagai pusat keramaian.

Saat ini masih di rayakan selama 15 hari dan merupakan hari libur terbesar di Tiongkok. Masyarakat cenderung kembali ke kampung halamannya masing-masing. Kenapa harus menunggu 15 hari? Bulan purnama pertama di tahun baru biasanya terlihat pada hari ke 15.

Di daratan Tiongkok, tiga hari pertama adalah Hari Nasional dan merupakan perayaan besar. Namun, banyak orang yang mengambil liburan lebih lama agar bisa merayakannya selama 15 hari penuh.

5. Anak-Anak Menerima Amplop Uang

Di kenal sebagai angpao di Indonesia. Dimana anak menerima amplop berisi uang dari anggota keluarga yang sudah dewasa. Faktanya, bukan hanya anak-anak saja yang berhak menerima amplop selama Anda belum menikah, Anda masih layak menerima Angpao.

Namun kemudian budaya berubah dan amplop hanya di berikan kepada anak-anak. Amplop ini biasanya berupa amplop merah dan berisi uang. Mereka dapat menggunakan uang yang di peroleh anak-anak mereka untuk apa pun yang mereka suka.

Ada orang yang berbelanja untuk membeli camilan atau mainan kesukaannya, sementara ada pula yang menghemat uang. Oleh karena itu, tidak ada tradisi memberi hadiah di Tahun Baru Imlek, namun tidak ada salahnya jika seseorang ingin memberikan hadiah.

Jumlah isi dalam amplop sebenarnya tidak tercantum. Namun, jika Anda benar-benar menyukai tradisi, sebaiknya jangan menghadiahkan uang dengan angka 4 di dalamnya. Oleh karena itu, 40, 400, 4000, dst harus di hindari.

Jika memungkinkan, pilihlah bilangan yang tidak habis dibagi 4. Sebab, angka 4 jika di ucapkan menyerupai kata dalam bahasa Mandarin yang berarti “kematian”.

6. Makanan Khas di Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek biasanya di rayakan dengan makan besar bersama seluruh keluarga besar. Saat ini, mereka berdoa untuk kesehatan, kebahagiaan dan kemakmuran di tahun mendatang.

Masakan tradisional Tiongkok akan di sajikan untuk makanan ini. Ini termasuk ikan kukus dengan saus jahe dan daun bawang, pangsit, spring roll atau sejenis lumpia, mie umur panjang, ayam panggang, sayur tumis, dan salah satu yang paling populer adalah hot pot. Selain itu, ada juga masakan osechi yang dibuat dengan beras.

7. Kembang Api dan Petasan

Sama seperti Tahun Baru Masehi yang sering di rayakan dengan kembang api pada malam tahun baru, hal ini juga berlaku pada Tahun Baru Imlek. Bukan hanya kembang api tapi juga petasan.

Padahal, tujuan awal menyalakan kembang api adalah untuk menakuti roh jahat di sekitar. Menurut legenda, monster bernama Nian biasa keluar setiap Malam Tahun Baru dan memakan penduduk desa serta menghancurkan rumah mereka.

Maka penduduk desa mencoba membakar batang bambu kering hingga menimbulkan suara ledakan. Rupanya mereka berhasil menakuti Nian. Sejak saat itu, hal ini menjadi tradisi Tahun Baru Imlek.

Saat ini, menyalakan kembang api dan petasan adalah tradisi utama merayakan Tahun Baru Imlek. Meski terdengar suara bising di malam hari dan terbilang meresahkan, namun tradisi ini sering dilakukan dan akhirnya menjadi sangat populer di kalangan banyak orang.

Jika ingin takdir baik, jangan berhenti berbuat baik

Anda Mungkin Juga Suka